Kalkulator KPR
Ditopup.id – Gunakan Kalkulator KPR untuk menghitung cicilan rumah, bunga, dan tenor dengan akurat. Simak penjelasan lengkap tentang cara kerja Kredit Perumahan Rakyat di sini.
Membeli rumah adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Namun, harga rumah yang terus meningkat sering kali membuat masyarakat sulit membeli secara tunai. Di sinilah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) hadir sebagai solusi, memungkinkan Anda memiliki rumah dengan cara mencicil.
Agar tidak salah dalam perencanaan keuangan, Anda bisa menggunakan Kalkulator KPR untuk menghitung estimasi cicilan bulanan. Artikel ini akan membahas secara detail apa itu KPR, cara kerja perhitungannya, hingga contoh kasus nyata yang bisa membantu Anda lebih mudah memahami.
Apa Itu KPR (Kredit Perumahan Rakyat)?
KPR adalah fasilitas pembiayaan dari bank atau lembaga keuangan yang diberikan kepada masyarakat untuk membeli rumah dengan sistem kredit. Alih-alih membayar tunai, pembeli cukup menyediakan uang muka (DP), kemudian melunasi sisanya dengan cicilan bulanan sesuai tenor yang dipilih.
Beberapa faktor yang memengaruhi besar kecilnya cicilan KPR:
- Harga rumah
- Uang muka (DP)
- Plafon pinjaman (jumlah yang dibiayai bank)
- Suku bunga
- Jangka waktu kredit (tenor)
Cara Kerja Kalkulator KPR
Kalkulator KPR membantu menghitung simulasi cicilan berdasarkan faktor-faktor di atas. Rumus perhitungan cicilan KPR biasanya menggunakan metode anuitas atau flat.
Rumus Anuitas (yang paling umum digunakan bank):

Keterangan:
- P = Pokok pinjaman (harga rumah – DP)
- i = Suku bunga per bulan (suku bunga tahunan / 12)
- n = Jumlah periode cicilan (bulan)
Contoh Perhitungan Cicilan KPR
Misalkan Anda membeli rumah senilai Rp500.000.000 dengan ketentuan:
- Uang muka (DP) = 20% → Rp100.000.000
- Pinjaman ke bank (P) = Rp400.000.000
- Tenor = 15 tahun (180 bulan)
- Suku bunga = 8% per tahun (0,67% per bulan)
Maka cicilan bulanan dapat dihitung:

Hasil perhitungan: ± Rp3.830.000 per bulan.
Tabel Simulasi Cicilan KPR
| Harga Rumah | DP (20%) | Pinjaman (P) | Tenor 10 Tahun | Tenor 15 Tahun | Tenor 20 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp300.000.000 | Rp60.000.000 | Rp240.000.000 | ± Rp2.906.000 | ± Rp2.300.000 | ± Rp1.980.000 |
| Rp500.000.000 | Rp100.000.000 | Rp400.000.000 | ± Rp4.843.000 | ± Rp3.830.000 | ± Rp3.300.000 |
| Rp800.000.000 | Rp160.000.000 | Rp640.000.000 | ± Rp7.749.000 | ± Rp6.128.000 | ± Rp5.280.000 |
(Simulasi dengan asumsi bunga 8% per tahun, metode anuitas)
Manfaat Menggunakan Kalkulator KPR
- Perencanaan keuangan lebih matang – Anda bisa tahu berapa cicilan bulanan sebelum mengajukan ke bank.
- Membandingkan tenor – Apakah lebih ringan mencicil 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun.
- Mengukur kemampuan bayar – Cicilan ideal sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.
- Menghindari risiko gagal bayar – Dengan simulasi, Anda bisa menyesuaikan budget dengan kemampuan finansial.
Tips Mengajukan KPR Agar Disetujui Bank
Selain menghitung cicilan dengan kalkulator, Anda juga perlu memperhatikan:
- Memiliki riwayat kredit yang baik.
- Menyediakan DP sesuai ketentuan.
- Menyiapkan dokumen lengkap (KTP, NPWP, slip gaji, rekening koran).
- Pastikan rasio cicilan terhadap gaji tidak lebih dari 30–40%.
Kalkulator KPR adalah alat penting yang membantu Anda memahami simulasi cicilan rumah berdasarkan harga, DP, bunga, dan tenor. Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa merencanakan keuangan secara matang dan menghindari risiko gagal bayar.
Jika Anda berencana membeli rumah dan ingin menghitung cicilan secara cepat dan praktis, gunakan Kalkulator KPR dari Ditopup. Dengan fitur ini, Anda bisa membandingkan berbagai skenario pembayaran tanpa ribet, sehingga keputusan finansial jadi lebih cerdas.
Daftar Isi
















